mfajri.net

Blog Urang Banua Barrau

1000 Lampu Tempel Untuk PLN Berau

Jumat (290509) kemarin ada yang berbeda saat kita lewat di jalan depan kantor cabang PLN Tanjung Redeb. Banyak kerumunan orang di sana. Dari jauh sih sepertinya ada kecelakaan tabrakan seperti yang biasa kita jumpai selama ini. Tapi dari dekat diperhatikan ternyata ada segelintir orang yang lagi demo unjuk rasa.

Seperti apa yang diberitakan koran yang katanya terbesar di katim bahwa, ” PLN Berau Dapat Keranda – Tuntut Penurunan TDL dan Jalin Kerja Sama dengan PT Kertas Nusantara.  Sekiitar 100 mahasiswa dan masyarakat di Tanjung Redeb demo di kantor PLN cabang Berau mulai pukul 10.00 Wita. Mereka menuntut PLN menurunkan tarif dasar listrik (TDL) dan segera mencari solusi krisis listrik di Berau.

Sepertinya sebelum ke kantor PLN ini mereka berorasi di simpang empat Jl Jenderal Sudirman. Sambil membawa peti mati bertuliskan “Berau Kota Mati” dan “PLN Kada Bekasiat”, mereka melakukan long march dari simpang empat itu menuju kantor PLN.

Sayang ya, tuntutan mereka nda fokus, nuntutnya kok TDL??? Pengennya TDL bisa lebih rendah dibandingkan daerah lain, karena PLTU ini dikelola PLN bersama dengan  pemerintah daerah dalam satu konsorsium dan dilaksanakan oleh PT Indo Pusaka Berau.  PLTU ini mendapatkan pasokan batu bara gratis dari PT Berau Coal. Mereka tidak membeli apa-apa untuk bahan bakar pembangkit, seharusnya bisa lebih murah,” katanya.

Menurut hemat saya, mengenai penurunan TDL, PLN Berau tidak bisa berbuat apa-apa karena  itu adalah keputusan pusat, dan diterapkan di seluruh Indonesia.  Yang seharusnya adalah pemerintah daerahlah yang memberikan subsidi. La wong PLTU mereka yang kelola dan bahan bakarnya pun tersedia cuma-cuma. Tapi sebaliknya malah beberapa waktu lalu, konsorsium malah meminta kenaikan biaya listrik. Apakah ini nggak salah??? Bukannya mensubsidi masyarakat malah mau menggrogotinya..

Kembali ke demo nih.. membawa keranda peti mati sih sah-sah saja sebagai simbol matinya aliran listrik ke masyarakat. Tapi kalau saya, mending bawa 1000 lampu tempel/tembok ke kantor PLN sana. Trus demonya ampe malam. Nah rame-rame masyarakat (pendemo) nyalain lampu tempel tersebut dan dijejer di depan kantor PLN tersebut sebagai simbol dan ajakan ke masyarakat untuk beralih pake lampu tempel aja. Pasti lebih seru tuh dan pastinya juga lebih menarik hati masyarakat. Nah dengan demikian dukungan malah tambah bejibun… 😉

Oh iya, jangan lupa bawa spanduk dengan tulisan besar-besar:

Kalau PLN (Pakai Lampu Ntempel) Ini, Nyalanya Gak Pake Giliran Kan?!

Baca Juga;

Bagi Artikel Ini Ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments

mfajri.net sejak 2008