mfajri.net

Blog Urang Banua Barrau

Hanya Powerbank Ini yang Boleh Dibawa di Penerbangan Pesawat

Ketika berlibur atau perjalanan jauh tentunya setiap orang akan mempersiapkan dan mengepak segala sesuatu hal yang dibutuhkan. Mulai dari busana hingga peralatan elektronik. Rasanya powerbank adalah salah satu alat elektronik yang tak luput dari bawaan kan ya? 😉

powebank berau

Gambar powerbank yang sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga batrei saat di perjalanan

Namun, baru-baru ini Direktorat Jenderal Perhubungan Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatur soal ketentuan powerbank yang boleh dibawa ke dalam pesawat dalam SE Nomor 015 Tahun 2018. Ketentuan tersebut dikeluarkan guna mengutamakan keselamatan dalam penerbangan.

Lantas, sebenarnya berapa kapasitas powerbank yang dilarang dibawa dalam sebuah penerbangan? Dijelaskan lebih lanjut, kapasitas 100Wh sebenarnya setara dengan 27 .000mAh, satuan yang biasanya digunakan sebagai penanda sebuah powerbank. Untuk mengatahui kapasitas Wh sendiri, pengguna tinggal mengalikan kapasitas (mAh) dengan voltase (V) powerbank lalu dibagi 1.000. Namun, tenang rata-rata kapasitas Wh di powerbank di pasaran saat ini tak melebihi 100Wh.

Aturan ini ada bukannya tanpa alasan. Sebelumnya, sempat memang sempat viral di media sosial potongan video tentang terjadinya kasus powerbank yang meledak di pesawat China Southern Airlines. Insiden yang konon terjadi pada Minggu 25 Februari waktu setempat itu terjadi saat penumpang tengah naik di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun.

Peristiwa tersebut menyebabkan penundaan terbang selama tiga jam pada penerbangan CZ3539. Pesawat tersebut seharusnya dijadwalkan berangkat ke Bandara Internasional Hongqiao Shanghai sekitar tengah hari. China Southern Airlines mengatakan di situs microblogging China Weibo bahwa tas di kabin penumpang mengeluarkan asap dan api selama proses boarding.

“Namun kebakaran tersebut dengan cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bandara dan petugas keamanan,” kata pihak maskapai China Southern Airlines seperti dikutip dari Asia One.

Nah, kembali kepengaturan membawa powerbank saat di pesawat terbang, disebutkan aturan Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada tanggal 09 Maret 2018 ini bertujuan untuk mencegah kasus dalam kabin maskapai China Southern Airlines tidak terjadi di Indonesia.

Beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut ialah penumpang harus melapor kepada petugas maskapai mengenai powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa ke dalam kabin pesawat. Powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa harus ditempatkan di bagasi kabin.

Yang kedua, petugas maskapai harus melarang penumpang melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank selama penerbangan.

Dan yang ketiga, peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (watt-hour atau daya per jam).

Berikut ini poin-poin lengkap dalam surat edaran tersebut:

1. Semua penyelenggara bandara diinstruksikan untuk menginfomasikan kepada setiap penumpang dan personel pesawat udara terkait ketentuan membawa powerbank atau baterai lithium cadangan pada pesawat udara.

2. Maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

3. Maskapai harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara, harus memenuhi beberapa ketentuan. Seperti power bank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

4. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.

5. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

6. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (watt-hour atau daya per jam). Sedangkan peralatan yang mempunyai Wh lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

7. Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh (Wh ≥ 160) atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa dalam penerbangan.

8. Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh, maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan rumus E = V x I. E = daya per jam, satuannya adalah watt-hour (Wh), V = tegangan, satuannya adalah volt (V), I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).

9. Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya; jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya per jamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Nah dari point-point di atas, sebenarnya aman-aman saja membawa powerbank yang banyak kawan-kawan gunakan saat ini, yang kapasitasnya hanya berkisar atara 5000 sampai 20.000mAh saja. Asal powerbank yang asli loh 😉 Kan kadang ada yang bertuliskan sampai 30.000mAh tapi dipake buat ngecas hape sekali sudah drop. hehehe…

 

Bagi Artikel Ini Ke:
  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

Comments

comments

mfajri.net sejak 2008