mfajri.net

Blog Urang Banua Barrau

Intermezo – Koramil Protes Ustadz Saat Zikir Berjamaah

Rehat…. Intermezo dulu ya 😉

Alkisah seorang Ustadz mendapat undangan untuk mengisi acara zikir bersama di markas Koramil.

Sesudah shalat Isya bersama, Ustadz pun memulai zikir panjangnya dengan khusuk diikuti oleh mereka yang hadir. Di akhir zikirnya sang Ustadz melantunkan lafadz “Ya Qodim.. Ya Qodim..Ya Qodim…” Terus menerus berulang-ulang.

Namun beberapa menit kemudian, tiba-tiba dari belakang serasa ada yang nyolek, Ustadz pun menoleh.

Rupanya seorang tentara berbisik kepadanya.
“Ustadz, tolong disebut juga Koramil. Ga enak sama pimpinan, masak dari
tadi Kodim Kodim terus, yang ngundang kan Koramil..”

🙂 🙂 🙂

Hikmah;

Jika Al-Qodim dengan tulisan Arab القديم artinya yang terdahulu. jika didalam Asmaul Khusna Alloh memiliki Asma yang Indah yaitu Al-Muqoddimu yang berarti : Alloh adalah Dzat yang Maha Mendahului.

Klarifikasi;

Syaikh ‘Utsaimin menanggapi penamaan al-Qodim ini, bahwa penamaan ini tidak ada dalam al-Qur’an dan sunnah, apabila tidak ada dalam al-Qur’an dam sunnah maka kita tidak boleh menamakan atas Allah dengan penamaan tersebut. Apabila kita menamakan sesuatu pada Allah dengan penamaan yang belum Ia namakan, maka kita telah bertindak sesuatu yang tidak didasari dengan ilmu atau mengatakan sesuatu tanpa ilmu, dengan firman Allah:

Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf: 33)

Jadi kesimpulannya adalah kita tidak diperbolehkan menamai Allah dengan nama al-Qodim, dikarenakan dua sebab. Diantaranya adalah:

Pertama: Tidak ada dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

Kedua: Dikarenakan al-Qodim, bukan dari nama Allah yang Husna, Allah SWT berfirman: “Hanya milik Allah asmaa-ul husna”. (QS. Al-a’raf: 180)

Wallahu a’lam bis showab.

*dari beberapa sumber di Internet

Bagi Artikel Ini Ke:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments

mfajri.net sejak 2008